Jaga Pasokan Pangan, Kemendag Luncurkan Integrasi SRG dan PLK Logo Download PDF

SIARAN PERS

Biro Hubungan Masyarakat
Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id

 

Jaga Pasokan Pangan, Kemendag Luncurkan Integrasi SRG dan PLK

Cianjur, 5 Desember 2016 – Mandat Presiden Joko Widodo untuk menjaga pasokan pangan nasional kini lebih mudah dilakukan. Kementerian Perdagangan telah mengembangkan sistem Pasar Lelang Komoditas (PLK) Terpadu yang berbasis internet dan terintegrasi dengan Sistem Resi Gudang (SRG). Jika diterapkan secara nasional, sistem ini dapat membantu pemerintah dalam menjaga pasokan pangan komoditas, menekan tingkat inflasi dan stabilisasi harga pangan yang berimbang.

Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam peluncuran integrasi SRG dan PLK di Pendopo Kabupaten Cianjur, hari ini, Senin (5/12).

Menurut Mendag Enggar, sistem lelang online yang didukung dengan integrasi Sistem Informasi Resi Gudang dan Sistem Informasi Harga akan menghilangkan batasan-batasan dalam perdagangan komoditas. “Cakupan pasar lelang menjadi lebih luas dan bersifat nasional dapat  memunculkan pembentukan harga yang lebih baik dan transparan serta menciptakan efisiensi mata rantai perdagangan,” imbuhnya.

Integrasi SRG dan PLK pada dasarnya dapat membangun jaringan di seluruh gudang SRG, memperpendek mata rantai pemasaran yang panjang, dan mengatasi kendala jarak maupun waktu. “Hal ini akan mengefisiensikan pemasaran dan membuka akses pemasaran bagi petani, dari yang semula lokal menjadi nasional,” ungkap Mendag.

Dikatakannya, integrasi ini dapat meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar lokal ataupun global, mencukupi kebutuhan pangan antardaerah, serta mengoptimalkan nilai jual komoditas yang ditransaksikan sehingga pendapatan petani/produsen akan lebih meningkat.

Dalam acara tersebut, Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pentingnya pengendalian inflasi. Menurutnya, terintegrasinya SRG dan PLK dapat memperlancar distribusi pangan dan menekan inflasi. “Implementasi SRG dan PLK secara nasional dapat membantu pemerintah dalam mengendalikan ketersediaan dan kelancaran distribusi komoditas pangan, sehingga inflasi dapat ditekan," ujarnya.

Pemerintah bersama Bank Indonesia secara aktif mengembangkan SRG dan PLK di daerah karena fluktuasi harga komoditas pangan berkontribusi signifikan terhadap tingkat inflasi daerah. Tingkat inflasi daerah ini akan menentukan seberapa besar tingkat inflasi nasional.

Menko Darmin juga sangat mendukung dan mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemendag. Ia meyakini integrasi SRG ke dalam kegiatan PLK melalui Sistem Aplikasi Pasar Lelang Terpadu dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Peluncuran ini dihadiri 150 orang undangan, terdiri atas Pemerintah Propinsi Jawa Barat, perwakilan Bank Indonesia (BI), Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bappenas. Tidak ketinggalan, Bupati dan Kadisperindag di wilayah Jawa Barat, serta pelaku usaha SRG dan PLK turut hadir.

Proyek percontohan integrasi SRG dan PLK telah dilakukan di Jawa Barat, pada gudang-gudang SRG yang terletak di Indramayu, Subang, Cianjur, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Majalengka, dan Bogor. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag juga telah memberikan persetujuan kepada PT Pos Indonesia (Persero) sebagai Pengelola Gudang SRG dan Penyelenggara Pasar Lelang Online. Untuk menjamin penyelesaian transaksi, PT Pos Indonesia bekerja sama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) selaku lembaga kliring dan penjaminan.

 

Sistem Pos2Pay PT Pos Indonesia dapat digunakan sebagai sarana transaksi keuangan dan jaringan logistik yang dimiliki PT Pos Indonesia sebagai sarana pengiriman komoditas. Selain itu, terdapat beberapa lembaga lain yang terlibat aktif dalam penyiapan dan pelaksanaan integrasi SRG dan PLK di Jawa Barat, seperti Kantor Perwakilan BI Jabar, Dinas Perindag Jabar, Dinas Perindag Kab. Cianjur, Dinas Koperindag Kab. Tasikmalaya, dan Bank BJB.

SRG merupakan instrumen perdagangan dan keuangan baru di Indonesia untuk membantu komoditas pertanian memperoleh pembiayaan tanpa diperlukan agunan lainnya. Instrumen ini dapat menjadi sarana tunda jual saat panen raya ketika harga komoditas berada pada titik terendah dan membuka akses pembiayaan bagi para petani yang umumnya memiliki keterbatasan aset untuk dijadikan agunan. SRG tidak hanya sekedar penyimpanan, namun juga pemberian nilai tambah karena komoditas yang disimpan dapat diolah sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sedangkan PLK merupakan sarana pemasaran komoditas yang transparan sehingga dapat memotong mata rantai perdagangan menjadi lebih ekonomis dan efisien, serta menjadi sumber pasokan kebutuhan komoditas nasional.

Luncurkan SRG Mobile

Pada saat yang bersamaan, diluncurkan pula aplikasi SRG Mobile. Aplikasi yang berbasis android tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan kegiatan SRG yang telah terintegrasi dengan kegiatan PLK.

SRG Mobile dirancang untuk memudahkan petani pemilik barang/resi gudang. SRG Mobile bisa digunakan untuk simulasi biaya, mengajukan penyimpanan dan pengeluaran komoditas, memperoleh referensi harga komoditas, membuat rencana pemasaran melalui PLK dan berkonsultasi dengan Pengelola Gudang maupun Badan Pengawas,” ujar Mendag Enggar.

Mendag Serahkan Penghargaan

Masih di acara yang sama, Mendag juga memberikan penghargaan terhadap tujuh lembaga pembiayaan SRG, yaitu Bank BJB, Bank BRI, Bank Jatim, Bank Jateng, Bank Kalsel, Bank Lampung dan PKBL PT Kliring Berjangka Indonesia. Selain itu, Mendag juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Cianjur atas peran aktifnya mendorong implementasi SRG di Kabupaten Cianjur dan menjadikan SRG di Kabupaten Cianjur sebagai model percontohan SRG di Indonesia.

Pada saat yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman didampingi oleh Bupati Cianjur meluncurkan Beras Menak produksi KUD Sukamulya Cianjur. Beras Menak ini memiliki tagline “Pandan Wangi: Jagonya Beras Cianjur”. Beras Menak merupakan salah satu produk pilot project Kemendag 2016 di Kab. Cianjur dalam program rebranding. Program tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menerapkan Gudang SRG sebagai sarana penambahan nilai komoditas dari hulu ke hilir.

--selesai--

Informasi lebih lanjut hubungi:

Luther Palimbong

Kepala  Biro Hubungan Masyarakat

Kementerian Perdagangan

Telp/Fax: 021-3860371/021-3508711

Email: pusathumas@kemendag.go.id

 

 

Didi Sumedi

Sekretaris Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi

Kementerian Perdagangan

Telp/Fax: 021-31922443/021-31922460

Email: didi.sumedi@kemendag.go.id

 

[Download PDF]